Kawal Pendidikan

Information

This article was written on 06 Aug 2016, and is filled under Berita Pendidikan.

Belajar Hemat Energi Dimulai Sejak Kecil

Belajar Hemat Energi Dimulai Sejak Kecil

YOGYAKARTA – Menghemat energi tidak hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa. Anak-anak pun bisa dilatih menghemat energi sejak dini.

Kepala SDN I Ungaran, Kotabaru, Yogyakarta, Dwi Atmi Supartini mengatakan, menanamkan hemat energi penting dilakukan pada anak sejak dini. Banyak cara mudah dan sederhana dalam mendidik anak untuk mengemat energi.

Misalnya, mematikan stop kontak lampu listrik jika tidak digunakan, mencabut kabel power listrik jika peralatannya sudah dimatikan, mengatur suhu ruangan AC menjadi 25 derajat, mematikan keran air jika tidak dipergunakan, dan masih banyak lainnya.

“Implementasi itu penting dalam pembelajaran. Ketika anak sudah diajarkan untuk hemat energi, tindak lanjutnya harus dikerjakan dalam perilaku keseharian,” katanya di tengah sosialisasi hemat energi di sekolah tempatnya mendidik, belum lama ini.

Sebanyak 1.000 pelajar SD dari 30 sekolah bersama lebih dari 60 guru pendamping terlihat ceria saat mengikuti kegiatan bertema ‘Aku Hemat Energi, Kini dan Nanti’. Kegiatan yang dihelat Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

“Kita menyadari, perubahan perilaku merupakan hal yang mudah dan murah, tapi sulit dilakukan. Untuk mengubah perilaku diperlukan usaha yang terus-menerus berkelanjutan,” imbuh Gita Lestari, perwakilan dari Direktorat Konservasi Energi Kementerian ESDM

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora, Sugeng menyampaikan, kampanye hemat energi yang digelar ini disesuaikan dengan karakteristik anak-anak. Berbagai lomba seperti mengambar, menulis, hingga berpidato dengan tema hemat energi dilakukan untuk menggembangkan kreasi anak.

“Ada juga kegiatan dongeng, sulap, dan pameran yang mengangkat tema hemat energi. Kegiatan ini sangat baik dilakukan sebagai untuk membentuk karakter anak agar memiliki prilaku hemat energi,” kata Sugeng.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM sendiri sudah memulai sosialisasi untuk pelajar SD seperti ini sejak 2012. Dalam satu tahun, tardapat empat provinsi berbeda. Setiap provinsi melibatkan perwakilan sekira 30 sekolah.

“Yogyakarta merupakan provinsi ketiga tahun ini. Sebelumnya digelar di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat. Setelah Yogyakarta, satu tempat lagi yang akan digelar kegiatan yang sama di Pontianak, Kalimantan,” imbuh Gita.

Terlihat, anak-anak cukup interaktif saat pembawa acara mengajak komunikasi. Tanya jawab acak dengan mendapat bingkisan hadiah cukup antusias. Begitu juga saat mendongeng. Perempuan berkerudung dengan boneka yang dimainkan terlihat fasih mendongeng hemat energi hingga membuat tawa kelakar anak-anak.

Ada juga panitia yang mengenakan baju ala vampir di tengah-tengah pelajar. Meski dalam film digambarkan menyeramkan, tapi vampir yang hadir di sekolah itu cukup menghibur.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/07/24/65/1445476/belajar-hemat-energi-dimulai-sejak-kecil