Kawal Pendidikan

Information

This article was written on 09 Jul 2016, and is filled under Berita Pendidikan.

Pemerintah Pangkas Anggaran BOPTN 2016

Pemerintah Pangkas Anggaran BOPTN 2016

JAKARTA,(PR).- Angaran untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk tahun anggaran 2016 akan mengalami pemangkasan. Hal ini merupakan dampak dari keputusan pemerintah untuk melakukan penghematan atau pemotongan anggaran belanja kementerian/lembaga untuk tahun anggaran 2016.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menuturkan, Kemenristek Dikti mengalami efisiensi anggaran sebesar lebih dari Rp 1,9 Triliun. Dengan efisiensi sebesar Rp 1,9 Triliun tersebut, pagu anggaran Kemenristek Dikti 2016 berubah menjadi sebesar Rp 38,67 Triliun dari sebelumnya sebesar Rp 40,62 Triliun. Adapun jumlah pemotongan anggaran tersebut saat ini masih dalam pengajuan Kemenristek Dikti yang disampaikan dalam RAPBN Perubahan 2016.

Pemotongan anggaran di kementerian tersebut berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) no 4 tahun 2016, tentang langkah-langkah penghematan dan pemotongan belanja kementrian/lembaga dalam rangka pelaksanaan APBN tahun angaran 2016. Selain itu juga berdasarkan surat Menteri Keuangan no S-377/MK.02/2016 tanggal 13 Mei 2016 tentang penghematan/pemotongan anggaran belanja kementerian/lembaga tahun anggaran 2016.

“Efisiensi atau penghematan anggaran kami ambil dari pos program peningkatan kualitas sumber daya iptek dan dikti, terutama pada anggaran peningkatan sarana dan prasarana PTN sebesar Rp 1,8 Triliun. Adapun sisanya (efisiensi-red) dari semua program fungsi pendidikan pada anggaran pendukung lainnya sebesar Rp. 153,2 Miliar,” ujarnya seusai rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, di gedung DPR-MPR RI, Jakarta, Kamis 9 Juni 2016 petang.

Namun menurut dia, BOPTN yang dikurangi lebih pada hal yang menyangkut masalah perjalanan dinas, dan juga program dukungan manajemen dan pelaksana teknis lainnya.

Sebelumnya diketahui untuk program peningkatan kualitas sumber daya Iptek dan Dikti dianggarkan Rp 3,2 Triliun. Dengan penghematan sebesar Rp 1,8 Triliun, anggaran untuk program tersebut dalam RAPBN-P menjadi Rp 1,3 Triliun.

“Sesuai Inpres yang kami terima, kami sudah mengajukan RAPBN-P ini. Adapun sampai sekarang kami tentunya belum bisa melakukan pemotongan, karena menunggu putusan nanti. Namun kami sudah mencoba mengumpulkan rektor, dan menyampaikan untuk rencana upaya-upaya penghematan anggaran BOPTN,” tuturnya.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2016/06/10/pemerintah-pangkas-anggaran-boptn-2016-371405