Kawal Pendidikan

Information

This article was written on 09 May 2016, and is filled under Opini Pendidikan.

UN, Ujian Kepala Daerah?

Keberhasilan kepemimpinan kepala daerah di bidang pendidikan seringkali dinilai dengan indikator raihan prestasi Ujian Nasional (UN) daerah. Akibatnya, terjadilah kecurangan sistematis agar nilai UN daerah meningkat. UN berfungsi sebagai evaluasi belajar siswa, bukan kepala daerah. Usaha untuk mengembalikan fungsi UN sebagai bagian dari proses pembelajaran sudah dimulai dengan kebijakan Mendikbud Anies Baswedan yang menghapus fungsi UN sebagai syarat kelulusan. Sejak tahun ajaran 2014-2015, nilai UN tidak lagi dipakai sebagai syarat kelulusan. Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh sekolah dengan mendasarkan diri pada proses pembelajaran, nilai Ujian Sekolah, dan Ujian Nasional.

Sayangnya, banyak Kepala Daerah belum memahami makna perubahan kebijakan ini. Nilai UN tetap dipakai sebagai kerangka acuan untuk menilai keberhasilan pendidikan. Padahal, nilai UN hanyalah salah satu cara untuk mengukur kemampuan siswa. Masih ada cara lain, misalnya penilaian ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan terutama proses pembelajaran sehari- hari yang dilakukan oleh siswa bersama guru. Karena itu, memakai nilai UN sebagai indikator keberhasilan pendidikan di daerah kiranya tidak relevan, bahkan cenderung menjauhkan sekolah, siswa, dan guru dari proses pembelajaran otentik.

Banyaknya daerah yang memperoleh indeks integritas UN rendah menunjukkan manipulasi, korupsi nilai, dan kecurangan masih terjadi di daerah tersebut. Pemerintah daerah perlu memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara membantu sekolah-sekolah agar mengutamakan proses belajar yang otentik ketimbang membangun kebanggaan palsu dari nilai parsial UN. Masyarakat bisa menjadi pelaku aktif untuk menjaga, mengontrol, dan mengarahkan agar kebijakan UN tidak menjadi sarana manipulatif pejabat daerah demi prestise pribadi, sementara mengorbankan dan menjauhkan siswa dari proses pembelajaran yang otentik dan berkualitas.

Doni Koesoema A. Pemerhati Pendidikan