Kawal Pendidikan

Information

This article was written on 09 May 2016, and is filled under Opini Pendidikan.

Guru Penentu Mutu Pendidikan

guru-penentu-artikel

Kita semua ingin Indonesia berjaya di masa kini dan masa depan, yaitu pendidikan bermutu, bukan asal-asalan, yang mampu menyiapkan masa depan kita sebagai negara dan bangsa. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan yang bermutu adalah kepala sekolah dan guru yang berkompeten. Sayangnya, Kepala Sekolah dan guru banyak dipolitisasi!

Ada sekitar 83 persen guru dan kepala sekolah bekerja di sekolah negeri. Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) berada dalam tanggungjawab dan kendali kontrol bupati/walikota. Karena guru itu adalah PNS, sekaligus nasib mereka ada di bawah kendali bupati/walikota, status mereka sebagai guru bisa mengalami ancaman politisasi.

Kepala sekolah dan guru PNS bisa mengalami dua gangguan terhadap pelaksanaan tugas sucinya.

Pertama, mereka dijadikan alat kampanye calon bupati/walikota. Kepsek dan guru yang tidak mendukung calon yang akhirnya terpilih dapat dipindahkan ke sekolah lain di daerah sulit atau, parahnya, jabatanya bisa dicopot. Sedangkan Kepsek dan guru yang mendukung, apalagi terlibat sebagai tim sukses, dipindah-pindahkan terus untuk mengamankan wilayah dalam pemenangan pilkada. Pada pilkada yang lalu, misalnya ada kepala sekolah menengah yang dalam 1 tahun dipindahkan 4 kali ke wilayah-wilayah “panas” oleh pimpinan daerah yang masih mencalonkan diri lagi.

Kedua, Kepsek dan guru PNS di sejumlah daerah sering menjadi sasaran laporan yang tidak bertanggungjawab kepada pimpinan daerah. Sekali “sms” masuk ke bupati atau walikota, sekedar demi membentuk “citra dekat dengan rakyat” dan sering tanpa verifikasi, Kepsek atau guru tersebut langsung mendapat sanksi. Kepala sekolah dapat diberhentikan dari jabatannya atau dipindah ke daerah sulit. Demikian juga dengan guru.

Bagaimana generasi masa depan dapat disiapkan dengan baik kalau Kepsek dan guru diperlakukan seperti itu?

Kalau ada calon bupati/walikota yang menjadikan pendidikan sebagai bagian dari materi kampanyenya, tanyakan bagaimana mereka mengelola kepala sekolah dan guru sebagai pendidik melaksanakan tugas sucinya menyiapkan generasi masa depan bangsa. Catat janjinya dan tagih janji itu ketika mereka terpilih nanti.

Agung Purwadi