Kawal Pendidikan

Information

This article was written on 09 May 2016, and is filled under Opini Pendidikan.

Guru Mangkir Ancaman Pendidikan

Guru adalah tulang punggung kualitas pendidikan. Sayangnya, di Indonesia rata-rata ketidakhadiran guru di sekolah sudah memprihatinkan. Harus ada kebijakan yang menghadirkan guru di sekolah.

Riset Chaudhury dkk (2006) menunjukkan bahw pada 2003 persentasi ketidakhadiran guru di sekolah sekitar 19 persen. Yang paling banyak terjadi di Papua dan Papua Barat, Di dua provinsi ini, rata-rata ketidakhadiran guru di atas 33 persen. Di Papua persentasenya sebesar 37 persen.

Riset yang dilakukan oleh ACDP (2014) menunjukkan bahwa di dataran tinggi Papua, persentase guru mangkir ini semakin tinggi. Untuk guru ada 48 persen, dan kepala sekolah 70 persen. Kemangkiran guru ini jelas akan memberi dampak pada rendahnya kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah, terutama di daerah terpencil.

ACDP menemukan fakta bahwa pemberian sertifikasi tidak terkait dengan menurunnya persentasi ketidakhadiran guru. Guru yang mangkir lebih banyak terjadi pada para pegawai negeri sipil.

Penyebab ketidahadiran guru bisa bermacam-macam, seperti kesejahteraan guru, di mana guru kesulitan memperoleh tempat tinggal yang layak dengan harga beli sesuai dengan kemampuan ekonominya. Selain itu, masalah kepemimpinan menjadi persoalan, yaitu motivasi para kepala sekolah untuk memaknai tugas dan panggilannya sebagai pendidik di daerah terpencil.

Diperlukan beberapa alternatif untuk menyelesaikan persoalan guru mangkir ini, seperti melibatkan masyarakat dan komunitas orang tua untuk mengawasi kehadiran guru, memberikan insentif bagi guru dikaitkan dengan peningkatan prestasi siswa. Alternatif lain adalah menumbuhkan motivasi dan melatih kepemimpinan.

Pendekatan kebijakan pendidikan di Indonesia untuk mengatasi masalah ketidakhadiran guru melalui sertifikasi terbukti tidak berhasil. Riset De Ree (2012), UNCEN (2012) membuktikan hal ini. Memberdayakan komunitas orang tua dan menumbuhkan motivasi guru dalam mengajar kiranya bisa menjadi jalan alternatif yang lebih efektif untuk mengatasi persoalan guru mangkir.

Doni Koesoema A. Pemerhati Pendidikan